Search
  • Momandkidsradio Momandkidsradio

ADIKSI INTERNET PADA ANAK DAN REMAJA

Oleh

dr. Lina Budiyanti, SpKJ(K)


Teknologi informasi khususnya internet yang ada saat ini telah mengubah cara orang untuk bersosialisasi, belajar, bekerja, belanja, mencari pekerjaan, dan memanfaatkan waktu luangnya. Internet mempunyai dampak dalam kehidupan kita baik itu dampak positif maupun negatif. Dampak positif Internet diantaranya: anak belajar mengeksplorasi, melatih kognitif, meredakan ketegangan (hiburan), berafiliasi dengan teman sebaya. Sedangkan dampak negatif yang dapat terjadi jika penggunaan internet berlebihan, sehingga mengganggu kehidupan keluarga, pekerjaan, pendidikan, tidur, hobi, dan hubungan sosial. Meningkatnya waktu yang digunakan untuk mengunakan internet dan game oleh anak dan remaja, meningkatkan kemungkinan berkembang menjadi suatu gangguan pada sebagian orang. Remaja lebih rentan mengalami kecanduan internet karena remaja memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar dan bagian otak yang berfungsi untuk mengendalikan perilaku masih dalam proses perkembangan. Sehingga bebrapa literature berdasakan penelitian disebutkan bahwa sebanyak 31.4% remaja mengalami kecanduan internet.


Jenis-jenis kecanduan internet yang dapat dialami dapat berupa media social, cybersex & cyberporn, online shop dan judi, serta games online. Istilah lain kecanduan internet adalah "adiksi internet". Kecanduan internet ditandai dengan penggunaan internet berlebihan akibat kurangnya kemampuan dalam pengendalian diri, dan menganggu fungsi sehari-hari, misalnya bolos kelas, penurunan prestasi sekolah dan tidur menjadi berkurang. Melihat fenomena semakin banyaknya masalah berkaitan dengan internet khususnya game yang dialami oleh masyarakat diberbagai belahan dunia, maka pada tahun 2015 Internet Gaming Disorder (IGD) telah dimasukkan ke dalam "Kondisi yang Memerlukan Penelitian" dalam The 5th edition of Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Pada pertengahan tahun 2019 akhirnya WHO resmi memasukan adiksi perilaku termasuk adiksi game ke dalam ICD 11.


Konsekwensi negative kecanduan internet dapat berupa: Mood changes, including irritability, anger, and boredom; Disturbed sleep-wake cycle and poor sleep quality; Depression and anxiety, and suicide risk; Physical discomfort and pain issues; Poor general health; Poor diet and caffeine over consumption; Loss of real-world friendships and social isolation; Conflict with family members; Separation and divorce; Major disruption to work and productivity; Major disruption to work and productivity; dan Financial insecurity.


Tidak semua orang yang memakai internet atau bermain game online menjadi kecanduan. Ada berbagai factor yang menyebabkan seseorang menjadi lebih rentan mengalami kecanduan internet atau game. Faktor-faktor tersebut terdiri dari factor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi: Gender (laki-laki lebih rentan); Komorbiditas/gangguan jiwa lain yang menyertai (depresi, cemas, ADHD); Capaian akademik yang rendah/rendahnya minat terhadap hal lain; Usia (remaja lebih rentan); Kekurangan dalam regulasi emosi dan membuat keputusan; Citra diri yang rendah dan tidak percaya diri. Sedangkan factor eksternal meliputi: Pengaruh Teman Sebaya, Lingkungan Bermain Game; Pengaruh Keluarga; Trauma.


Penanganan untuk kecanduan internet tentunya memerlukan kolaborasi diantara para professional dibidang kesehatan jiwa serta keluarga. Terapi yang diberikan bisa berupa konseling, psikoterapi, dan pada kasus-kasus yang berat atau sudah ada gejala gangguan jiwa bisa juga diberikan obat.

23 views0 comments

Recent Posts

See All